TIMES JAKARTA, JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Pemerintah Afrika Selatan. Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan tujuh area krusial guna memajukan sektor pariwisata kedua negara.
Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, menyatakan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata dalam mempererat hubungan historis antara Indonesia dan Afrika Selatan.
"Pertemuan ini mencerminkan aspirasi dari kedua pemerintah negara untuk lebih memperkuat hubungan yang telah lama terjalin, antara Indonesia dan Afrika Selatan, serta mendorong kerja sama bilateral di bidang pariwisata," ujar Widiyanti dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Fokus pada Pertumbuhan Berkelanjutan
Widiyanti menjelaskan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk mempromosikan serta memfasilitasi pertumbuhan pariwisata dalam jangka panjang. Prinsip yang diusung adalah kesetaraan, saling menguntungkan, dan penghormatan terhadap kedaulatan negara masing-masing.
Nota kesepahaman (MoU) tersebut menitikberatkan pada tujuh bidang strategis yang dirancang untuk memperkuat sektor pariwisata secara komprehensif. Fokus utama dimulai dari pengembangan pariwisata berkelanjutan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) guna memastikan pertumbuhan yang jangka panjang dan profesional.
Selain itu, kerja sama ini mencakup upaya pemasaran dan promosi bersama serta pembukaan peluang investasi di sektor pariwisata untuk meningkatkan daya tarik ekonomi. Aspek operasional juga menjadi prioritas melalui penetapan standar keselamatan dan layanan (manajemen krisis), yang didukung oleh studi dan pengembangan pariwisata berbasis data. Terakhir, kemitraan ini mencakup kerja sama pengembangan kawasan pariwisata lainnya untuk memastikan pemerataan destinasi yang berkualitas.
"Kedua Pemerintah yakin bahwa penandatanganan MoU ini akan semakin memperkuat kerja sama pariwisata bilateral antara Indonesia dan Afrika Selatan serta memungkinkan kedua negara untuk menavigasi masa depan sektor pariwisata secara lebih berkelanjutan, inklusif, dan tangguh," tutur Menpar.
Dorong Konektivitas dan Penerbangan Langsung
Potensi pasar Afrika Selatan bagi Indonesia tergolong besar. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 36.548 wisatawan asal Afrika Selatan berkunjung ke Indonesia sepanjang tahun 2025.
Menteri Pariwisata Afrika Selatan, Patricia De Lille, menyambut baik inisiatif ini, terutama terkait upaya peningkatan konektivitas udara. Ia berharap ke depannya akan ada lebih banyak jadwal penerbangan langsung yang menghubungkan kedua negara.
"Sebagai bagian dari kolaborasi, kami ingin meningkatkan jumlah penerbangan dari Indonesia untuk mengunjungi negara kami. Anda akan sangat disambut," kata Patricia De Lille. Ia juga menambahkan bahwa saat ini tercatat sekitar 3.000 warga negara Indonesia yang telah berkunjung ke Afrika Selatan.
Diskusi Bilateral Tertutup
Penandatanganan MoU dilakukan setelah delegasi kedua negara mengadakan diskusi bilateral tertutup. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai isu penting, mulai dari kebijakan visa, konektivitas udara, hingga strategi promosi pariwisata bersama untuk meningkatkan arus kunjungan wisatawan mancanegara. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Indonesia-Afrika Selatan Perkuat Sektor Pariwisata Lewat 7 Area Strategis
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Deasy Mayasari |